Sabtu, 16 Januari 2016

PAGE 4 – LDR, aku tidak menyukaimu.

Aku masih mengingat perpisahan menyakitkan itu. Mengakhiri sesuatu tidak segampang ketika memulainya. Dua tahun bertahan menjalani kisah LDR berakhir karena tidak lagi sepaham. Kalian tahu, kita menjalani hubungan karena percaya kita saling memperjuangkan. Jika satu orang mulai ragu dan menempatkan kamu bukan lagi sebagai tempat kembali, maka kamu harus tahu bahwa kamu bukan lagi nomor satu di hatinya. Oke memang terkesan egois meminta menjadi nomor satu. Tapi buat orang yang menjalani LDR mereka tahu pasti akan hal ini.
Doa ku Cuma satu, jika aku harus LDR kembali suatu saat, aku tidak mau di posisi menunggu. Aku ingin di posisi yang ditunggu.  Menurutku cewek itu lemah, mereka sulit akses pergi kemana-mana dan cenderung meminta bantuan daripada berusaha sendiri. Sehingga mereka akan sering meminta tolong (yang awalnya) teman mereka. Begitu banyak cowok gak tahu diri yang masih saja mendekati pacar orang. Udah jelas-jelas punya pacar. Masih aja dideketin. Gila!
Beda halnya dengan cowok. Iya. Cowok lebih parah lagi. Karena tidak ada yang mengawasi maka mereka cenderung mendekati semua cewek. Kamu pikir cewek mau tipe kayak gitu ._.
Kamu lebih gila dari yang tergila!
Tuh kan, gk ada untungnya LDR. Susah. Kenapa susah? Karena lingkungan baru sering membuat kita lupa akan pentingnya memperhatikan orang yang sedang menjalin hubungan dengan kita. Terutama jika sama-sama bertemu lingkungan baru. Komunikasi hanya menjadi rutinitas, bukan lagi penantian. Kamu chat dengan pacarmu sekedar ingin memberi tahu kegiatanmu, hanya untuk menghindari konflik di kemudian hari. Bukan lagi sebagai tanda bahwa kamu ingin si dia tahu semua kegiatanmu. Ada yang hilang seiring lamanya kamu menjalani hubungan yang tak diharapkan ini. Rasa ingin tahu. Semua terkesan hambar, datar, flat. Kamu baru merasa kehilangan setelah pisah dengan pasangan kamu. Kalau udah gini, mau nyalahin siapa? Gak ada.

Dan aku mau memberitahu kabar gembira buat kalian semua.
Bukan. Bukan kulit manggis ada ekstraknya.
Aku saat ini sedang LDR lagi, dan kali ini posisiku adalah ditunggu (terima kasih Tuhan telah mendengar doaku).
Aku memang bilang LDR gak ada untungnya, buat kalian yang tidak setuju dengan perkataanku. Berarti kita sama ahaha.
Memang gak ada untungnya, aku sendiri tidak menyukai LDR, tapi aku tidak pernah membencinya. Karena menurutku hanya orang-orang hebat yang bisa LDR-an. Orang pesimis akan memilih pisah daripada harus menjalani hubungan jarak jauh. Orang optimis memilih menunggu. Menunggu pasangannya kembali kepadanya. Jika kamu menganggap tidak ada yang mustahil dan percaya dengan pasanganmu.
Lakukan! Jangan takut LDR! Jangan mau dikalahkan LDR. Tunjukkan kuatnya hubungan kalian saat janur kuning sudah melengkung.
Dan buat semua yang sedang menjalani LDR, mari kita berjuang.

Semoga kita selalu berusaha menyisihkan waktu untuk orang yang kita sayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar