Ah, 2016.
Ini
sungguh menjadi awal yang baru untuk hidupku. Terima kasih Tuhan untuk hidupku
yang luar biasa di Tahun 2015. Semoga tahun ini menjadi lebih baik dari
sebelumnya.
Jika
tahun-tahun sebelumnya aku disibukkan dengan urusan kuliah. Maka tahun ini akan
berbeda. Aku bukan lagi seorang mahasiswa, aku sudah melewati kerasnya
perjuangan skripsi, melelahkannya revisi hingga sulitnya bertemu dosen
pembimbing. Berkat itu, aku bisa selfie pake toga hhehe.
saat
ini status ku sudah seorang pegawai di salah satu badan usaha milik negara di
bumi indonesia ini. Jika tahun sebelumnya, aku hanya perlu bangun pagi,
menunggu sarapan dari mama, berangkat ke unsri bukit, dorong sana dorong sini
(anak layo pasti ngerti), belajar kemudian bercengkrama. Kemudian pulang. Kalau
ada waktu, mungkin meluangkan waktu ke mall menjadi hal yang menyenangkan. Apalagi
jika dilakukan bersama teman kuliah.
Sekarang?
Bangun aku harus sibuk menyiapkan semuanya sendiri. Dari sarapan, mencuci,
hingga cari makan. Yaps, inilah aku di tahun 2016. Aku sudah jauh meninggalkan
zona nyaman ku.
Kalian
tahu, ketika pertama kali menghuni ruang seluas 3x4 meter ini aku menangis. Aku
menangis bukan karena menerima fakta aku harus hidup sendirian ataupun karena
aku jauh dari kota tercintaku. Aku menangis karena harus pisah dengan orang
tuaku. Ini memang menunjukkan kalau aku lemah, tapi aku berjuang mati-matian
masuk ke perusahaan ini demi orang tuaku, untuk kebanggaan mereka. Lalu kenapa
aku harus jauh dari mereka? Itulah pikiran ku saat itu.
Hidup
bukan Cuma satu jalan, kita semua bebas memilih pilihan hidup ini. Inilah
pilihan ku. Aku memilih pergi dari zona nyamanku. Anggap saja aku mencari jati
diri, arti sebuah kedewasaan dari hidup mandiri, walau aku harus jauh dari
kedua orang tuaku yang aku sayangi, teman-teman seperjuanganku, dan jauh dari kamu. yang aku cintai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar