Weekend.
Hari
minggu ini biasanya digunakan oleh orang untuk berpergian. Entah itu dengan
pasangannya, atau teman-temannya. Ada juga yang memilih nonton tv di rumah. Ada
yang kondangan. Ada yang merasa hari minggu ini tidak ada bedanya. Ya aku salah
satunya.
Sendirian
di kosan ditemanin secangkir kopi membuat aku merasa ini tidak ada beda dari
hari biasanya. Malahan minggu sebelumnya aku memilih masuk kantor daripada
harus di kosan. Tapi minggu ini aku memilih untuk istirahat.
Oke
back to masalah ldr.
Diterima
di salah satu badan usaha milik negara tentu sesuatu yang membanggakan. Saat aku
lulus, semua orang larut dengan suka cita. Aku senang karena aku akan memulai
semuanya serba baru. Aku tahu bahwa tidak mungkin aku bekerja di kota
kelahiranku. Perasaan untuk tinggal di kota yang baru itu sangat menyenangkan
untukku. Sampai aku sadar. Hidup di tempat yang baru berarti meninggalkan semua
hal yang lama.
Pacarku
tentu saja sangat senang dengan kelulusanku. Setidaknya masa depan kami menjadi
lebih jelas. Tapi entah kenapa ada perasaan di hati ini yang sangat menekan. Ada
apa ini. Harusnya aku gembira. Lalu aku menatap matanya. Saat melihat matanya
yang berkaca-kaca. Aku tahu. Aku tidak bisa lagi menjalani hari-hari bersamamu
seperti biasanya. Ya aku tidak bisa lagi menjemputmu seperti biasanya. Aku tidak
bisa makan bersamamu seperti biasanya, aku tidak bisa lagi nonton bersamamu
seperti biasanya. Aku tidak tahu. Tapi aku sangat mengkhawatirkanmu saat itu.
‘apa kamu bisa melakukan semuanya sendiri?’.
Kata-kata
yang terus tertuang di pikiranku namun berhasil kutahan keluar dari lidahku.
saat menulis ini, aku lega bahwa kamu bisa melakukan semuanya sendiri. terus berjuang yah kamu.
Semakin
hari semakin dekat dengan kepergianku. Kita lebih banyak diam. Kita sudah
saling mengerti apa yang yang akan tejadi kedepannya. Yang tidak kita mengerti,
sanggupkah kita menghadapinya?
Aku
memiliki pengalaman yang buruk menjalani hubungan jarak jauh. Kamu, kamu bukan
tipe yang bisa ldr-an. Aku menyadari itu. Kamu pasti lebih tahu.
Aku
pernah membahas di blog ku sebelum ini bahwa “yang paling penting dalam
menjalani ldr itu bukan komunikasi, tapi kepercayaan”. Kami sama-sama tidak
tahu apa kegiatan yang dilakukan. Karena itu aku sadar, aku tidak bisa menuntut
lebih. Pacarku sudah mau memberitahu kegiatannya pun sudah cukup untukku.
Pernahkan
kalian berpikir, kenapa aku mau ldr-an kembali setelah mengalami kegagalan. Seperti
kubilang sebelumnya, aku tidak membenci ldr. Ldr itu hanya untuk orang-orang
kuat! Yang lemah mundur saja.
Aku
tidak pernah suka membahas ini, bahkan kepada pacar ku pun sekalipun begitu. Tapi
aku perlu menuangkan beberapa hal disini.
Terus
apakah aku kuat?
Tidak.
Aku sangat lemah.
Aku
bukan tipe yang percaya diri. Trauma akan masa lalu terkadang membuat semua
terasa percuma untuk dijalani.
Tapi,
Kamu
berbeda. Kamu kuat. Walau air mata mengalir dari matamu. Kamu tidak pernah
meragukanku.
Itulah kepercayaan. bagi ku ada sesuatu hal di diri kamu yang tidak pernah aku lihat di perempuan pada umumnya. Hal itu sangat membuatku yakin menjalani ini bersamamu. kita memulai hal yang baru. Yang selama ini tidak pernah kita bayangkan akan terjadi,
namun
Jika
bukan kamu, maka aku lebih memilih sendiri daripada ditinggal lagi.
Jika bukan kamu, maka jangan harap aku mau
menjalani LDR.
Karena
kamu, mempercayaiku.
Aku
ingin melewati semuanya denganmu. Termasuk hubungan jarak jauh ini sekalipun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar