Sabtu, 16 Januari 2016

PAGE 5 – aku berjuang karena kamu orangnya!

Weekend.
Hari minggu ini biasanya digunakan oleh orang untuk berpergian. Entah itu dengan pasangannya, atau teman-temannya. Ada juga yang memilih nonton tv di rumah. Ada yang kondangan. Ada yang merasa hari minggu ini tidak ada bedanya. Ya aku salah satunya.
Sendirian di kosan ditemanin secangkir kopi membuat aku merasa ini tidak ada beda dari hari biasanya. Malahan minggu sebelumnya aku memilih masuk kantor daripada harus di kosan. Tapi minggu ini aku memilih untuk istirahat.

Oke back to masalah ldr.
Diterima di salah satu badan usaha milik negara tentu sesuatu yang membanggakan. Saat aku lulus, semua orang larut dengan suka cita. Aku senang karena aku akan memulai semuanya serba baru. Aku tahu bahwa tidak mungkin aku bekerja di kota kelahiranku. Perasaan untuk tinggal di kota yang baru itu sangat menyenangkan untukku. Sampai aku sadar. Hidup di tempat yang baru berarti meninggalkan semua hal yang lama.
Pacarku tentu saja sangat senang dengan kelulusanku. Setidaknya masa depan kami menjadi lebih jelas. Tapi entah kenapa ada perasaan di hati ini yang sangat menekan. Ada apa ini. Harusnya aku gembira. Lalu aku menatap matanya. Saat melihat matanya yang berkaca-kaca. Aku tahu. Aku tidak bisa lagi menjalani hari-hari bersamamu seperti biasanya. Ya aku tidak bisa lagi menjemputmu seperti biasanya. Aku tidak bisa makan bersamamu seperti biasanya, aku tidak bisa lagi nonton bersamamu seperti biasanya. Aku tidak tahu. Tapi aku sangat mengkhawatirkanmu saat itu.
 ‘apa kamu bisa melakukan semuanya sendiri?’.
Kata-kata yang terus tertuang di pikiranku namun berhasil kutahan keluar dari lidahku.
saat menulis ini, aku lega bahwa kamu bisa melakukan semuanya sendiri. terus berjuang yah kamu.

Semakin hari semakin dekat dengan kepergianku. Kita lebih banyak diam. Kita sudah saling mengerti apa yang yang akan tejadi kedepannya. Yang tidak kita mengerti, sanggupkah kita menghadapinya?
Aku memiliki pengalaman yang buruk menjalani hubungan jarak jauh. Kamu, kamu bukan tipe yang bisa ldr-an. Aku menyadari itu. Kamu pasti lebih tahu.
Aku pernah membahas di blog ku sebelum ini bahwa “yang paling penting dalam menjalani ldr itu bukan komunikasi, tapi kepercayaan”. Kami sama-sama tidak tahu apa kegiatan yang dilakukan. Karena itu aku sadar, aku tidak bisa menuntut lebih. Pacarku sudah mau memberitahu kegiatannya pun sudah cukup untukku.
Pernahkan kalian berpikir, kenapa aku mau ldr-an kembali setelah mengalami kegagalan. Seperti kubilang sebelumnya, aku tidak membenci ldr. Ldr itu hanya untuk orang-orang kuat! Yang lemah mundur saja.
Aku tidak pernah suka membahas ini, bahkan kepada pacar ku pun sekalipun begitu. Tapi aku perlu menuangkan beberapa hal disini.
Terus apakah aku kuat?
Tidak. Aku sangat lemah. 
Aku bukan tipe yang percaya diri. Trauma akan masa lalu terkadang membuat semua terasa percuma untuk dijalani.
Tapi,
Kamu berbeda. Kamu kuat. Walau air mata mengalir dari matamu. Kamu tidak pernah meragukanku.
Itulah kepercayaan. bagi ku ada sesuatu hal di diri kamu yang tidak pernah aku lihat di perempuan pada umumnya. Hal itu sangat membuatku yakin menjalani ini bersamamu. kita memulai hal yang baru. Yang selama ini tidak pernah kita bayangkan akan terjadi,
namun
Jika bukan kamu, maka aku lebih memilih sendiri daripada ditinggal lagi.
 Jika bukan kamu, maka jangan harap aku mau menjalani LDR.
Karena kamu, mempercayaiku.

Aku ingin melewati semuanya denganmu. Termasuk hubungan jarak jauh ini sekalipun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar